Do you remember love?

Pernahkah anda melihat sepasang kekasih yang saling mencintai bahkan sampai usia mereka beranjak senja dan meratapi dengan penuh kesedihan saat pasanganya tutup usia saat cucu mereka bahkan sudah memiliki anak?. Seakan cinta mereka begitu abadi dan tak lekang oleh dahsyatnya kekuatan sang waktu yang bisa membuat cinta sang muda mudi penuh karat bahkan hanya dalam hitungan bulan.

Tapi pernahkah anda melihat juga sepasang suami istri yang menjalani kehidupan cinta mereka begitu tertatih? Seakan mereka menyesali keberadaan masing-masing hingga saat tua, memiliki cucu dan saat salah satu dari mereka tutup usia, tidak ada air mata cinta dan rasa kehilangan dalam diri mereka, hanya sedikit rasa sedih kehilangan seseorang yang berada di samping dia selama berpuluh tahun, memiliki anak bersama, cucu dan cicit, tapi that’s it hanya itu saja, tanpa ada rasa sedih karena kehilangan cinta dalam hidupnya.

Some will find their love whilst other’s not

Jodoh..

Cinta sejati..

Menurut anda, dari kedua ilustrasi di atas mana yang telah menemukan jodohnya? Dan mana yang menemukan cinta sejatinya?

Jelas, pasangan nomer dua mereka berjodoh hingga dengan sedikit kekuasaan Ilahi, mereka setia mendampingi pasangan mereka hingga maut menjemput, namun mereka tidak menemukan cinta sejati baik keduanya atau salah satu dari mereka, karena tidak ada rasa cinta yang bertahan di dalam diri mereka dan cinta itu mungkin tertinggal disuatu tempat yang mungkin mereka sendiri tidak ketahui dimana..

Lalu bagaimana dengan pasangan pertama? Yah, mereka menemukan cinta sejati mereka, dan masing-masing dari mereka berhasil membawa cinta mereka melawan ganasnya kehidupan tanpa menggores sedikitpun cinta mereka terhadap pasanganya. Dan tentunya mereka pun berjodoh karena di ijinkan oleh Yang Maha Kuasa untuk menemani pasanganya hingga maut menjemput.

Jadi, beberapa dari kita menemukan cinta sejati mereka, tapi belum tentu memilikinya, melayaninya, membahagiakan dia  dan mempersembahkan kehidupan yang menakjubkan untuk dia tetapi kita terdampar di sebuah hati yang lain, jiwa yang lain yang mungkin kita sayangi, namun tidak kita cintai, atau sebaliknya, kita yang begitu mencintai seseorang hingga kita menikahinya namun tanpa kita sadari pasangan kita tidak mencintai kita, dan terdampar di “tanah” milik kita. Jodoh kita, belum tentu cinta sejati kita. Dan hukum ini pun berlaku sebaliknya.

It’s to be given. Not to be created

Orang bijak berkata, “jodoh ditangan Tuhan” –entah siapa yang mengawali kalimat ini- sebenarnya kalimat ini tidak sepenuhnya benar, namun tidak seluruhnya juga salah. Yah, saya setuju semua adalah seijin Sang Maha Pencipta, namun tidakah Tuhan tidak akan mengubah nasibnya kecuali mereka berusaha untuk mengubah nasib mereka sendiri? Jadi kenapa kita serahnya tugas kita kepada Yang Maha Esa, tidak belajar untuk paham, memaknai dan mengamali Cinta hingga kita bisa tahu siapa yang sebenarnya kita cintai dan mau di perlakukan seperti apa dia, di saat Tuhan memerintahkan kita untuk berjuang dan belajar untuk memahami yang merupakan langkah awal dalam perjuangan seseorang menggapai tujuanya.

Harus kita akui, cinta itu bukan sesuatu yang bisa kita ciptakan, sesuatu yang bisa kita rencanakan, atau bisa di prediksi kapan kemunculanya, bahkan tidak bisa kita sangkal kedatanganya, atau kita halangi tumbuh kembangnya. Karena itu adalah anugerah yang diberikan oleh Tuhan, tumbuh secara tidak kita sadari, menjalar kedalam jiwa dan pikiran kita, mempengaruhi berbagai hormon dalam tubuh kita dan sensasi lainya yang tidak bisa dijabarkan. Kita tidak bisa menolak kedatanganya karena itu tidak hanya hadiah dari Tuhan, namun juga merupakan sebuah “amanat”.

Karena itu lah saya ungkapkan tadi bahwa kata-kata bijak diatas tidak sepenuhnya salah, karena memang Tuhan terlibat. Yang membuat saya tidak sepaham adalah, CInta yang sudah Tuhan berikan dan percayakan kepada kita bukan merupakan tiket untuk mendapatkan cinta dia kembali. Itu hanya modal kita untuk bergerak. Kita butuh usaha dan perjuangan, dan yang saya maksud disini bukanlah hanya perjuangan untuk mendapatkan hati dia, tapi perjuangan setelah kita mendapatkan dia di sisi kita. Tidak semua orang mendapatkan cintanya karena mungkin setelah cinta itu ada, dia tidak berjuang untuk mendapatkanya, mendekatinya saja dia tidak punya nyali, apalagi untuk memperjuangkan cintanya. Dan orang seperti ini akan berakhir pada situasi diamana dia akan menikahi orang yang tidak ia cintai, secara sadar ataupun tidak

The Shade n the love as heaven’s thing

Namun ada beberapa orang yang hilang ke dalam petualangan cinta mereka sendiri hingga mereka tidak bisa mengenali cinta mereka. Mereka yang menodai cinta dengan nafsu dan hasrat yang telah membutakan mata dari cinta, parahnya beberapa tidak bisa mendengarkan kata hatinya sendiri tentang cinta dan tenggelam dalam ke fanaan nafsu duniawi dan ragawi. Tidak lain yang tersiksa adalah hati mereka sendiri, dan berakhir seperti pasangan nomer dua pada ilustrasi awal. Kasus ini banyak terjadi pada wanita dan pria yang dianugrahi lebih oleh Tuhan-atau dilihat dari sisi lain, diberikan amanat yang lebih oleh Tuhan- kekayaan, kecantikan, rupa yang mempesona, kharisma yang menawan, kekuasaan, semua yang berbentu duniawi adalah pembias dari cinta sejati. Kehausan akan nikmat ragawi juga salah satu darinya.

Berapa wanita yang jatuh pada pelukan laki-laki yang tidak ia cintai hanya karena jaminan harta dan masa depan yang terlihat pada masa itu saja, namun berakhir pada kehancuran di akhir saat badai menerjang bahtera rumah tangga mereka baik di sisi finansial atau hal lain, dan saat tua bersama adalah masa yang paling menyakitkan karena tidak ada cinta yang tersisa dari mereka

Atau berapa laki-laki yang hanyut kepada harum ragawi kaum hawa dan berakhir pada perselingkuhan.

Jangan biarkan tabir duniawi dan ragawi menutupi mata hati kita dalam memandang cinta, cinta berasal dari surga, cinta adalah Sifat yang dimiliki oleh Sang Maha Agung,  jangan kita hinakan cinta dengan memandangnya dari kaca mata duniawi.

The Rush

Pernahkan anda mengingat betapa indahnya jatuh cinta? saat pertama dia membalas pandangan mata atau senyum, saat ia pertama memberikan puisi cinta atau kata-kata indah untuk merayunya, saat mengetuk pintu rumahnya dengan rangkaian bunga bunga tersembunyi di balik tubuh anda untuk mengejutkan dia, atau saat anda mengatakan 3 kata suci itu dan mendengarkan balasan dari dia berupa 4 kata indah itu. Sensasinya begitu memabukan, seperti opium atau heroin yang cukup membuat anda melayang. Perasaan yang anda nikmati mungkin lebih dari pada perasaan saat anda sudah mendapatkan wanita yang anda puja tadi, saat anda mengenal kepribadianya lebih dalam, saat pertengkaran sudah terjadi beberapa kali, saat anda mengetahui apa sebernarnya yang ada di dalam tubuh wanita yang anda puja, atau di dalam pria yang anda idam-idamkan dahulu..beberapa orang mengakui perasaan itu lebih nikmat dibanding menjalani hubungan lebih serius-biasanya mereka sudah cukup ahli di bidang ini, namun sayangnya mereka sulit untuk menemukan siapa yang sebenarnya mereka cintai, percayalah bukan satu dua teman yang saya miliki telah mengalami hal ini.

Yah, inilah yang pasti dialami di awal – awal hubungan, dan mulai hilang di waktu tertentu, akibat kejenuhan dari hubungan, ketidak cocokan atau lainya. Saya tidak akan membahas lebih lanjut untuk faktor ketidak cocokan, karena memutuskan hubungan pada kasus tertentu adalah bijak, tergantung dari situasi dan kondisi.

Kebanyakan orang tidak bijak menyikapi situasi tersebut, disaat kejenuhan mulai menghampiri sepasang kekasih, entah salah satu dari mereka atau keduanya yang merasakan hal itu. Banyak kasus perselingkuhan yang diakibatkan oleh kejenuhan terhadap pasanganya. namun apakah ini bijak? Apakah normal berpindah-pindah pohon saat pohon yang anda diami telah menjemukan bagi anda? apakah tidak anda sadari mereka adalah orang yang menyayangi anda? dan pernah anda sayangi, atau mungkin sebenarnya masih anda sayangi, namun hasrat keduniawian begitu membara sehingga tidak bisa melihat sisi terang dari hati anda? tidakah anda menyadari bahwa anda telah menyakiti orang yang  sayang kepada anda? atau mungkin masih anda sayang?

Jika memang hubungan itu dimulai dengan kasih, maka akhiri juga dengan kasih

Those sweet words

Jadi kapankah kata-kata manis itu mulai tak bermakna?

Pastinya memang tidak bisa diprediksi, banyak faktor yang mempengaruhi, bisa jadi muncul akibat sikap dari pasangan yang diluar harapan kita walau tidak terlalu urgent, tapi sedikit mempengaruhi egoisme kita dalam berhubungan, Pengharapan yang berlebih terhadap pasangan kita, ruang dan waktu-tidak bermaksud gombal, tapi jarak dan intensitas pertemuan dari pasangan mempengaruhi tingkat kejenuhan. Atau dari faktor lain yang masih banyak lagi.

Namun yang jadi pertanyaan, mau seperti apa setelah kita merasakan kejenuhan itu? Hal bijak yang bisa dilakukan adalah, komunikasikan kepada pasangan kita, dan pasangan yang baik akan menanggapi ini dengan bijak pula. Kita tidak bisa bertinggi hati untuk bisa menyelesaikan masalah ini sendiri, mungkin beberapa orang bisa tapi anggap saja kita manusia normal yang memiliki egoisme, kita tidak bisa menyelesaikan ini sendiri dengan bijak. Alih-aih mengkomunikasikanya dengan pasangan, banyak yang malah mencari pelarian dengan berkencan dengan orang lain. Padalah perlu kita ketahui, kejenuhan yang berasal dari diri kita adalah sesuatu yang harus kita lawan. Berbeda kasus jika kejenuhan itu berasal dari sikap pasangan kita yang semena-mena dalam memperlakukan kita, atau memperlakukan kita dengan tidak semestinya, tapi banyak kejenuhan yang muncul bahkan saat sang pasangan sudah begitu maksimal melayani kita.

Komunikasikan masalah ini dan dan ungkapkan dengan penuh kasih, jadikan itu motivasi untuk pasangan anda dalam lebih kreatif dalam melayani anda, jadikan itu rambu bahwa anda tidak puas dengan apa yang diberikan. Jika dia adalah pasangan yang baik, dia akan menyikapi hal ini dengan bijaksana, begitupun sebaliknya, saat anda yang berada di posisi dia, andapun harus bersikap bijak, walaupun secara manusiawi ada perasaan kesal atau apa, tapi ingat, dia adalah orang yang kita saying, orang yang kita harapkan kebahagianya, orang yang kita harapkan kehadiranya disisi kita. Kenapa kita tidak perjuangkan itu dengan penuh kasih.

Jadi, saat kata-kata mulai tak bermakna, komunikasikan..

As blind as love

Banyak ungkapan yang menjelaskan bahwa cinta itu buta. Yah, saya akui itu

Saya teringat sebuah episode dari komedi situasi tahun 90an berjudul Friends yang pernah tayang di Indonesia, salah satu episode itu menceritakan seorang tokoh bernama Rachel yang pernah kabur saat ingin menikahi pria bernama Bary yang secara finansial sukses, namun tentunya tidak sukses merebut hati Rachel. Dalam perjalananya Rachel bertemu dengan seorang berkebangsaan spanyol bernama-aduh saya lupa karena serial itu sudah lama sekali, anggap saja Enrique- di sebuah koridor apartemen mereka, dan kepada teman sekamarnya, Monica, Rachel berkata “saat melihat senyum Enrique, saya merasa bahagia. Bahkan lebih dari saat Bary membelikanya sebuah pulau untuku”

Wow! Kasian sekali Bary, usahanya untuk membuat bahagia Rachel dengan membelikan pulau untuknya kalah hanya dengan satu senyuman yang diberikan oleh Enrique, tapi itu kenyataan!!

Jadi jangan salahkan sesorang saat pemberian kita yang menggunung dengan nilai yang lebih dari emas secara nominal, kalah dengan hanya sepucuk surat dari orang yang dia sayang. Toh pada intinya kebahagian dia yang kita cari, bukan dirinya menjadi milik kita namun tanpa dia menyayangi kita, itu hanya akan menyiksa dia.

Pureness

Cinta itu sentimental, tidak memandang logika, walaupun beberapa orang menambah logika pada akhirnya namun cinta yang murnia sangat tidak memandang nilai kebendaan. Cinta yang murni akan membawa manusia pada ketulusan dalam memberi, kekuatan dalam berjuang, kesabaran dalam penantian, dan keihlasan dalam melepaskan, tanpa pamrih dan hanya ingin membahagiakan pasanganya. cinta yang murni itu begitu kokoh sehingga tidak akan mudah tercemar rakusnya nafsu ragawi dan tamaknya hasrat duniawi. Mereka yang memuja nafsu akan sulit menemukan cinta pada dirinya, yang ada hanya keinginan untuk dilayani, padahal sebagai pemuja cinta, pelayanan terhadap orang yang kita kasihi adalah misi utama, dengan tujuan kebahagian orang yang di cinta, bahkan saat harus melihat orang yang kita sayangi berdampingan dengan orang yang dicintainya, ksedihan kita akan tertutupi oleh indahnya kebahagiaan dari dia. Karena tujuan kita telah tercapai, dengan memastikan dia berada di samping orang yang dia saying dan hanya tinggal berdoa untuk kebahagiaan mereka. Ingat, jangan sampai tabir-yang telah dijabarkan sebelumnya- membutakan kita akan cinta. Karena kemurnianya adalah sejati.

The True Love

Manusia dimungkinkan untuk jatuh cinta berkali-kali, namun yang menjadi cinta sejati kita hanya satu, mungkin saja manusia tidak menemukan cinta sejatinya dalam hidup tapi saya yakin Tuhan Maha pengasih dan Penyayang akan memberikan jalanya untuk kita menemukan cinta kita, hanya saja tabir keduniaan menutup mata kita sehingga tidak bisa melihat kasih murni bahkan di dalam hati kita sendiri.

Cinta sejati tidak mengenal kata paksaan, tidak akan memaksakan kehendak untuk memiliki, menguasai bahkan memperdayai. Semua itu hanya terjadi bagi mereka yang tertutup oleh tabir duniawi. Layani orang kita cinta dengan penuh kasih, lindungi dia, jaga dia bahkan dari dirinya sendiri saat ia ingin menyakiti diri sendiri, korbankan apapun untuk menghadiahkan surga baik untuk di dunia maupun untuk hari setelah kehidupan.

Betapa banyak orang yang berada di sisi orang yang tidak ia cintai, dan di suatu titik akan terasa bahwa materi duniawi, semahal apapun itu, tidak akan membuat hati kita bahagia di banding senyum orang yang kita sayang.

Ingatlah, kehidupan itu berputar, kekuasaan seseorang tidak akan bertahan lama, harta dalam sekejap bisa musnah, kecantikan akan takluk oleh kuasa waktu. Namun cinta yang sejati, akan tetap mendampingi saat pasangan kita dalam keadaan terpuruk, dengan tegar berjuang bersama di bawah bendera kasih, tidak akan ada sedikitpun rasa penyesalan berada di samping dia dan rasa syukur kepada Tuhan karena telah di pertemukan denganya.

Kenapa kita tidak sedikit bersabar dalam mencari cinta itu, yakinlah bahwa Tuhan Maha Adil, Dia tahu tiap detail dari ciptaanya, dan Dia tahu siapa yang akan menjadi pendamping kita yang sanggup memulyakan kita dunia dan akherat, begitu juga sebaliknya. Jangan biarkan tabir keduniawian membutakan kita dari jalan yang diberi oleh Sang Maha Esa.

Dan saat cinta itu berada di sisi kita, siramilah dengan kasih dan sayang, dengan tatapan percaya diri menuju masa depan, dengan harapan yang diperkuat oleh kegigihan dan keteguhan, pertahankan cinta kita. Karena sungguh Tuhan akan menguji seberapa pantas kita mendapatkan cinta tersebut, dan mereka yang pantas adalah mereka yang akan tersenyum di hari tua mereka berdampingan dengan pasangan yang disayanginya, penuh rasa syukur atas waktu yang diberikan Tuhan bersama kekasih hidupnya.

The Fate

Memang tidak semua orang akan berjodoh dengan cinta sejatinya, dan beruntung sekali mereka yang bisa berada di samping sang pujaan hatinya bahkan sampai saat berbagai badai tidak mampu memisahkan mereka, namun selagi nafas kita masih berhembus di dunia ini, kita harus berjuang memberikan yang terbaik untuk orang yang kita kasihi. Cinta tidak akan hilang bahkan saat tubuh mulai menjadi abu, cinta kembali ke surga dan menjadi embun saat kita pulang ke PangkuanNya kelak.

Untuk seseorang yang sangat saya cintai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s