GOd is the Boy with his ant farm

Hampir seminggu yang lalu saya membaca buku “God Explained in a taxi ride” sebuah karya dari Paul Arden (penulis yang sempat heboh dengan “What ever you think, think the opposite” nya) yang membahas Tuhan dari segi psikologis manusia. namun dalam buku itu sendiri tidak dapat menjelaskan secara Relevan tentang Tuhan-mungkin memang tidak ada jawaban untuk itu- namun sedikit banyak dapat memberikan pandangan tersendiri dan “penghargaan” terhadap apa yang di sebut sebagai Pencipta Alam Semesta

……….

kita kembali ke topik awal dengan menghentikan comment saya tentang buku ataupun artikel lain…

Tuhan, adalah Satu Hal atau  Zat yang dipercaya dan didaulat oleh beberapa pihak sebagai sesuatu yang bertanggung jawab terhadap alam semesta,  dan dijadikan tempat perlindungan dari sesuatu yang tidak dikehendakinya. beberapa orang tidak berpikir demikian, beberapa kasus menjawab ada beberapa orang yang menganggap alam semesta ini terjadi akibat sebuah kebelutan yang ilmiah terjadi secara tidak disengaja dan tanpa paksaan kecuali oleh reaksi kimia yang terjadi secara acak dan tidak beraturan, yang menghasilkan ribuan bahkan jutaan komponen yang salah satunya berakibat pada terbentuknya proses kehidupan dan tahapanya memerlukan waktu yang tidak sedikit-sebagian orang menyebutnya evolusi- dan bukan dikarenakan suatu “keinginan” dan perintah dari Sesuatu yang disebut Tuhan ataupun tanpa campur tanggan darinya. namun saya tidak akan mengulas ataupung mengomentari pandangan dari siapapun didunia ini mengenai Peran Tuhan terhadap alam semesta dan Penghargaan kepadaNya, saya hanya sedikit berargumen tentang sikap dari beberapa jenis orang yang memyikapi dunia dan prespektif mereka tentang Tuhan.

…………

Ada seorang anak kecil, Dia bermain dengan sekumpulan semut yang Dia pelihara, katakan saja Anak tersebut adalah Tuhan, Tebak siapa yang menjadi sekelompok Semut itu?

………

………

oke, jika agak sedikit provokative atau apapun itu, judul artikel sendiri cukup dapat membuat banyak kepala panas….nanti dulu, saya seorang yang beragama(walau saya tidak bisa mengukur keimanan saya), namun coba kita renungkan frase diatas,……………manusia adalah mahluk paling senpurna, karena mereka adalah mahluk paling naif!! akuilah, manusia itu tidaklah sempurna, karena jika manusia sempurna, maka ada kudeta besar besaran….mari kita kembali ke topik, permasalahan sebenarnya adalah cara pandang manusia terhadap Tuhan. Buku secret menyatakan bahwa kekuatan pikiran mampu membentuk dunia, saya setuju, tapi tak sepenuhnya, pikiran manusia memang mengirimkan sinyal, tapi tidak kepada alam, namun kepada Sang Pencipta,. kita tidak tahu apa yang terjadi diatas sana, ada atau tiadanya Tuhan hanya Tuhan laha yang Tahu, itu hanya lah hasil dari keimanan, dan itu tidak sepenuhnya salah. siapapun Tuhanya tidak masalah, kita punya Tuhan dengan versi berbeda, so let it be. jangan terlalu dipermasalhkan, hal ini menajdi bias karena sebenarnya, yang dipermasalahkan bukanlah Tuhanya, namun pengaplikasian yang dilakukan umatnya, apakah mereka bertindak benar sesuai keinginanNYA atau tidak. itu hanya Tuhan Yang tahu. dan apa sebenarnya makana dari judul artikel adalah, bahwa kita harus merubah pola pikir kita yang ortodok mejadi lebih realistis, walaupun tuhan adalah sesuatu ketidak logisan yang paling Logis. namun kita harus akui itu, itu hanya sebuah lingkaran. pada prinsipnya Tuhan telah membuat sebuah sistem untuk “membantu” pekerjaanNya. dan hal itu disebut “Hukum alam” atau enterpresentasikan sendiri oleh anda….salah satunya adalah “ekosistem” adalah hukum alam yang dibuat sebagai alat untuk memberi makan mahluk Tuhan. itu contoh kecil, banyak contoh lain yang lebih bersifat tidak logis yang tidak akan saya ceritakan disini. namun dapat diambil kesimpulan bahwa, pada dsarnya kehidupan yang kita jalani besok adalah apa yang kita lakukan sekarang, tuhan telah membuat milyaran kemungkinan yang acak dan tidak teratur yang semuanya adalah jalan dan dari masing 2 polanya tersebut, memiliki konsekuensi yang berbeda, so sebagai mahluk yang telah dijatuhkan dari surga, tidak sepantasnya kita menyalahkan Tuhan terhadap apa yang telah terjadi, dan tidak ada alasan menjadi ateis, tuhan ada, hanya saja bentuknya yang tidak kita tahu, dan tuhan itu sibuk, dan saya percaya Dia tidak hanya mengurusi satu alam saja,,,so, bertindaklah sebaik mungkin sebagai seorang yang peduli terhadap diri snediri namun tetap menghargai alam, dan berdoa, karena milyaran pola acak dari jalan kita hanya Dia yang tahu jalan mana yang paling baik untuk kita. Walaupun Tuhan sibuk oleh banyak kegiatan, Dia tetap akan mendengar hambanya yang memohon dengan sepenuh hati…biarkan Tangan Misterius Tuhan menuntun kita……………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s