modern kind of human

haruskah kita bersukur telah dilahirkan pada zaman modern? dibandingkan dengan pendahulu kita yang telah hidup dan menata dunia di abad sebelumnya..mungkin sedikit berbangga hati dengan kehidupan yang begitu modern dan penuh fasilitas yang memadai, yang oleh berbagai kalngan disebut sebagai era informatika dimana tekhnologi membantu kita dalam berkehidupan..namun apakah benar kita yang membuat tekhnoligi dan berperan sebagai tuannya?! namun apakah tidak terpikir bahwa kitalah yang terbius oleh karya kita sendiri yang semula dinobatkan sebagai “pembantu” manusia, namun malah menyebabkan kemunduran diberbagai aspek.

………

beberapa tahun lalu saya membaca beberapa buku dan artikel mengenai pemikiran post modern yang pada intinya besikap antimoderenitas….beberapa ahli mengatakan post-modern adalah sikap pro-konservatif yang sudah lama ditinggal oleh kalangan muda dan pemikir mudan yang bersikap dan bertindak dengan praktis tanpa memikirkan estetika dalam berkehidupan dan bahkan mengenyampingkan etika dan norma yang sudah lama dibangun dan terbentuk dari berbagai pengaruh yang pada umumnya adalah budaya dan agama. pemikiran modern bahkan filsafat modern sudah tidak lagi berbicara tentang “apa itu pikiran tuhan”, banyaknya penyimpangan yang mengatas namakan kebebasan berpikir dan bertindak menjadi senjata utama dalam memporak – poranda kan dunia. namun apa pemikiran post-modern itu sebenarnya, saya sendiri masih sangsi dalam meyakinkan diri sendiri. namun bagi saya yang berpikiran konservatif yang terbias oleh moderinitas dan menjunjung tinggi ilmu pengetahuan terbuka cukup menghargai Cara berpikir post-modernitas-tentunya menurut presepsi saya- yang sedikit banyak mulai dijadikan oposisi bagi pihak2 tertentu dan mengaggapnya kolot. aneh, dilihat dair namanya, jelas dapat disimpulkan bahwa post-modern adalah pemikiran yang lazimnya selangkah lebih modern dibanding pemikiran modern, namun kenapa berputar 180 derajat seakan kembali menjadi pemikiran konservatif?! karena saya adalah seorang mahasiswa dan bukan mendalami ilmu atau konsentrasi pada ilmu filsafat, saya tidak akan terlalu membahas hal ini, namun yang saya bahas adalah pentingnya pemikiran post-modern untuk membangun jati diri seorang manusia, karena sedikit yang saya tangkap, bahwa pemikirn post-modern cukup menghargai seseorang dengan jati diri kokoh dan tidak terpengaruh akan zaman-ini salah satu hal yang membuat saya berpikir ada sedikit kemiripan dengan pemikiran konservatif yang bersifat sama- dan menganggap ilmu pengetahuan dan tekhnologi adalah referensi bukan sebagai intervensi. sebagai contoh saya berani berpendapat bahwa rata2-tanpa survei yang akurat- remaja di Indonesia berkembagn dan di setting untuk menjadi orang yang modern, apakahsalah? tidak sepenuhya, namun moderenitas adalah stimulan utama dalam perkembangan capitalisme dan hedonisme yang dikembngkan filsafat barat. bagi orang timur, jati diri adalah penting tanpa menghilangkan rasa haus akan pengetahuan-dan anti isolasi- remaja zaman sekarang cenderung “latah” akan pekembangan. alih-alih haus dan mencari cara untuk membuat substitusinya malah terbudak oleh perkembangan, yang tanpa disadari perlahan mengikis nasionalisme dan berujung pada pembentukan jati diri yang kurang sehat dan bahkan menjadi “lahan” bagi para Superior-mari kita sebut pembuat gimmick adalah superior- yang memiliki motiv sendiri dan tidak memikirkan masa depan dan kelangsungan hidup serta moralitas suatu bangsa. dan sedihnya, pemuda-remaja- akhir2 ini memandang rendah kepada nilai religi-semua agama- dan budaya lokal dengan mencibir dengan sinis, dan berlaga “sok modern” tanpa menyadari dirinya menjadi budak dan perlahan menghinakan diri sebagai seorang manusia yang memiliki harga diri tinggi. mungkin seakan saya agak sedikit naif dalam berpendapat, sebenarnya saya tidak antikonsumtif, well semua orang punya hak dalam memiliki sesuatu yang bernilai untuk meningkatkan prestige diri, namun yng perlu ditekanan adalah sikap menjadi “orang lain” yang saya tanggapi, setelah tinggal di beberapa kota dan desa, sedikit banyak pengamatan telah saya lakukan-tidak secara ilmiah apalagi empirik namu cukup otentik untuk dibicarakan dan disampaikan karena fenomena ini cukup vulgar adanya- bahwa akhlak dan etika moral sudah pudar dimana2, tidak hanya di kota-ladang modernisasi- tapi juga di desa-mungkin lebih tepat korban salah presepsi dari modernisasi yang tervisualiasi di kota besar berkat peranan urbanisasi- keadaan jati diri seorang remaja khusunya terkontaminasi oleh pikiran modern yang bisa dibilang menyimpang bahkan dapat dibilang virus modernisasi yang salah telah menyebar dan bertransformasi menjadi budaya etnik usia tertentu yang memang pada hakikatnya sedang mencari jati diri. hal ini sebaiknya perlu disikapi oleh pihak2 yang berwenang, perlunya diadakan penyuluhan-sejujurnya penyuluhan seperti apa juga saya pribadi agak bingung, karena menyankut suatu sistem kehidupan dan berfilsafat secara psikologis- atau pembenahan dalam sistem penyaringan budaya.

…………………………………….

tidaklah mudah membuat klimaks dari catatan ini, cukup banyak menguras pikiran dan beberapa variable justru sulit di pegang dan dipelajari. namun, gambaran diatas saya harap bisa menjadi pembuka pandangan anda sebagai pembaca dalam merenungi kehidupan dan sikap kemanusiaan kita, setidaknya jangan biarkan diri kita menjadi orang yang tersesat di tubuh sendiri. selamat menjalani hidup, dan tetaplah berpikir bahwa investasi terbesar kita adalah iman kepada Tuhan Yang Maha Esa dan ilmu pengetahuan adalah instrumen yang membantu kita lebih dalam membuat bumi ini menjadi lebih baik, karena manusia yang hidup tanpa memberi manfaat kepada mahluk lain adalah mati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s